Tampilkan postingan dengan label Otomotif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Otomotif. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Desember 2016

contoh soal mesin frais


1. Sebutkan pengertian dasar dari Mesin Frais (Milling Machine)?

Mesin frais (milling machine) adalah mesin perkakas yang dalam proses kerja pemotongannya dengan menyayat/memakan benda kerja menggunakan alat potong bermata banyak yang berputar (multipoint cutter). Pada saat alat potong (cutter) berputar, gigi-gigi potongnya menyentuh permukaan benda kerja yang dijepit pada ragum meja mesin frais sehingga terjadilah pemotongan/ penyayatan dengan kedalaman sesuai penyetingan sehingga menjadi benda produksi sesuai dengan gambar kerja yang dikehendaki


2. Jelaskan gambaran tentang mesin Frais Horizontal?
           Mesin frais horizontal (Gambar 87), alasnya (base) dari besi tuang kelabu, yang mendukung seluruh komponen dan dibaut fondasi serta berfungsi untuk menampung cairan pendingin yang mengalir ke bawah, di mana di dalam kolom (coulumn) terdapat mesin pompa yang memompa cairan tersebut untuk kemudian disirkulasi lagi ke atas meja (table).

3. Apa yang menentukan kualitas hasil pengerjaan proses frais ?
Salah  satu  faktor  yang  menentukan  baik  buruknya  kualitas  hasil pengerjaan proses frais adalah
a.       bentuk/geometri permukaan atau bidang- bidang utama dari alat potong/cutter frais itu sendiri
b.      cutter yang digunakan
c.       Permukaan  cutter (sudut tatal, sudut bebas sisi, sudut bebas depan, sudut bebas mata potong, dan udut bebas belakang)
4. Apa yang dimaksud dengan metoda pemotongan netral
          Merupakan pemotongan yang terjadi apabila lebar benda  yang  disayat  lebih  kecil  dari  ukuran  diameter  pisau  atau diameter  pisau  tidak  lebih  besar  dari  bidang  yang  disayat
5. Sebutkan 3 jenis pisau Frais beserta fungsinya
a.      Pisau Mantel : untuk  pemakanan  permukaan  kasar  (Roughing)  dan lebar.
b.      Pisau Alur : untuk  membuat  alur  pada  bidang permukaan benda kerja
c.      Pisau Frais Gigi : untuk membuat roda gigi sesuai jenis dan jumlah gigi yang diinginkan
6. Sebutkan macam-macam perlengkapan pada mesin frais dan fungsinya.
a.       Ragum berfungsi sebagai penjepit benda kerja
b.      Kepala Pembagi adalah peralatan mesin frais yang digunakan untuk membentuk segi beraturan pada poros yang panjang. Pada  peralatan  ini  biasanya  dilengkapi  dengan  plat  pembagi  yang berfungsi  untuk  membantu  pembagian  yang  tidak  dapat  dilakukan dengan pembagian langsung.
c.       Kepala lepas digunakan  untuk  menyangga  benda kerja  yang  dikerjakan  dengan  dividing  head.  Sehingga  waktu  disayat benda kerja tidak terangkat atau tertekan ke bawah.
d.      Rotary table digunakan  untuk  membagi  segi-segi beraturan misalnya kepala baut. Di samping itu juga dapat digunakan untuk membagi jarak-jarak lubang yang berpusat pada satu titik misalnya membagi lubang baut pengikat pada flendes.
e.       Stub arbor berfungsi sebagai tempat  dudukan  (pengikatan)  cutter  sebelum dipasang pada sarung tirus pada sumbu utama.
f.      Arbor sebagai tempat pisau pada mesin frais  yang posisinya diatur dengan pemasangan ring arbor.
7. Sebutkan macam-macam ragum dan pengaplikasianya.
a.       Ragum  biasa  digunakan  untuk  menjepit  benda  kerja  yang bentuknya  sederhana  dan  biasanya  hanya  digunakan  untuk mengefrais bidang datar saja. Bagian bawah ragum dapat disetel posisinya sesuai dengan posisi benda kerja yang akan difrais.
b.      Ragum berputar digunakan untuk menjepit benda kerja yang harus membentuk sudut terhadap spindle. Bentuk ragum ini sama dengan ragum biasa tetapi pada bagian bawahnya terdapat alas yang dapat diputar hingga sudut 360°. Ragum ini juga diletakkan di atas meja mesin frais secara horizontal yang diikat dengan mur baut dengan kuat. Bagian tengahnya terdapat skala nonius yang dapat digunakan untuk menentukan sudut putaran yang dikehendaki.
c.       Ragum universal mempunyai dua sumbu perputaran, sehingga dapat diatur  letaknya  baik  secara  horizontal  maupun  vertikal.  Ragum universal dapat mengatur sudut benda kerja yang akan dikerjakan dalam berbagai posisi. Sehingga pengerjaan benda kerja dapat dari arah vertikal maupun horizontal.













Selasa, 15 November 2016

Service Sepeda Motor



      Sepeda motor merupakan moda transportasi yang banyak digunakan oleh semua kalangan masyarakat didunia. Untuk menjaga sepeda motor tetap dalam kondisi dan peforma yang baik (mesin, body, warna cat dll) maka perlu dilakukan perawatan maupun service. Nah umumnya dalam perawatan sepeda motor yang harus dilakukan pengecek’an secara berkala dan rutin supaya tidak mengalami mogok saat berkendara adalah sebagai berikut :

1.      Periksa oli mesin

      

       Untuk oli mesin yang umum dipakai di Indonesia adalah yang mempunyai kode SAE 30, SAE 20 W 50, SAE 15 W 40, SAE 10 W 40, SAE 10 W 30 dan masih banyak lainnya.


       Untuk penggantian olinya kalau bisa mesin dalam keadaan panas agar kotoran dalam mesin ikut terbuang bersama oli yang masih dalam kondisi cair dan jangan lupa saringan oli dibersihkan juga.

2.      Periksa atau Setel Kopling


sport
Sport: Cara penyetelan jarak main bebas handle kopling 10-20 mm

           
cub
            Cara penyetelan

Longgarkan mur pengikat, putar baut penyetel searah jarum jam ± 1 putaran kemudian  dari  posisi ini

Putar kembali baut penyetel berlawanan jarum jam sampai terasa ada sentuhan

Setelah itu putar kembali searah jarum jam  1/8 - 1/4 putaran dan tahan baut penyetel, kencangkan mur pengikat.

3.      Periksa atau Setel Klep



Syarat penyetelan:


a. Pelatuk klep harus bebas

b. Pemeriksaan dilakukan dalam kondisi mesin dingin

c. Piston berada pada posisi TMA pada langkah kompresi


Cara mencari langkah kompresi



a. Putar rotor magnet (fly wheel) searah puataran mesin, sambil melihat klep “IN”.
b. Lihat pelatuk klep “IN” turun kemudian naik kembali, berarti piston sudah pada langkah kompresi.
c. Tepatkan tanda garis “T” pada rotor magnet dengan tanda pada crank case cover left.

Cara Penyetelan Katup



a. Longgarkan mur pengikat

b. Putar adjusting screw ke arah merenggang

c. Masukkan feller gauge

d. Kencangkan kembali mur pengikat

Hasil penyetelan yang tepat pada saat fuller di tarik terasa agak seret namun permukaan fuller tidak tergores.

4.      Pembersihan atau Penyetelan Karburator



Bersihkan saluran-saluran bahan bakar dan spuyer-spuyer dengan menggunakan udara bertekanan.
Jika perlu bersihkan dengan selembar kawat kecil, kemudian ditiup dengan udara bertekanan.
Penyetelan Karburator


      a.   Penyetelan Sekrup Udara (Pilot Srew)

Syarat Penyetelan :

Penyetelan rengang klep, dan saat pengapian sudah tepat

Spuyer dan saluran-saluran di karburator serta saringan udara sudah bersih.

Mesin dalam kondisi panas.

Penyetelan :

Putar kembali berlawanan arah jarum jam

Putar sekrup penyetel udara searah jarum jam sampai penuh

Cub                 : 1½ putaran

Sport               : 2½ putaran

      b.    Penyetelan Putaran Stasioner



Penyetelan dilakukan dengan memutar sekrup penyetelan pembukaan skep (trottle stop screw) hingga didapatkan putaran stasioner : 1400 ± 100 rpm.

5.      Periksa atau Setel Setel Busi



Penyetelan jarak elektroda busi untu type cub (0,6-0,7) dan untuk type sport (0,8-0,9)

6.      Bersihkan Saringan Udara (filter udara)



Terdapat 2 jenis saringan udara yaitu elemen busa urethane dan elemen kertas.

Untuk saringan udara jenis busa urethane jangan dibersihkan dengan bensin karena akan merusak saringan dan untuk jenis kertas cukup bersihkan dengan udara bertekanan tinggi.

7.      Setel Rantai Roda



Periksa ketegangan rantai roda pada titik tengah antara kedua sprocket


Prosedur penyetelan rantai sepeda motor



Pertama kendorkan poros roda belakang sepeda motor

a. Kendorkan mur pengunci (adjuster loct nut)

b. Putar mur penyetel (cub) atau baut penyetel (sport) hingga didapatkan main bebas rantai roda : 10 – 20 mm, untuk GL Pro dan Win: 20 – 30 mm dan pastikan skala kiri dan kanan berada pada posisi yang sama.
c. Tarik rantai roda ke atas pada saat mengencangkan mur roda, untuk memastikan kedua penyetel tidak berubah posisinya. Pastikan rantai yang di tarik atau di stel pada bagian yang kencang. Tidak boleh pada bagian yang kendor seperti pada gambar dibawah ini.



Pemasangan “Chain Clip” pada rantai yang terdapat sambungan harus berlawanan dengan arah putaran rantai roda
Pastikan posisi “Chain clip” tepat pada dudukannya.
Pastikan pergerakan antara pivot dan pin pada rantai roda dapat bergerak dengan lancer seperti pada gambar dibawah ini



Bersihkan rantai roda dari kotoran dengan menggunakan minyak pembersih atau parafin dan segera keringkan.

Lumasi minyak pelumas dengan  oli SAE 80 atau 90

Periksa Sprocket dari keausan dan kerusakan



Penggantian rantai dan sprocket yang tidak bersamaan akan mengakibatkan kerusakan yang lebih awal dari parts yang diganti.

8.      Penyetelan Jarak Main Bebas

a. Rem Tromol



Lakukan penyetelan pada brake panel

Pastikan adjuster nut berada pada pin sesuai dudukannya dan jarak main bebasnya: 20 – 30 mm

b. Rem Tangan


Lakukan penyetelan pada brake panel dan jarak main bebasnya: 10 – 20 mm.

9.      Pemeriksaan Keausan kanvas Rem

a. Rem Tromol



Jika tanda pada brake panel telah menunjukkan atau melebihi tanda “Δ” pada saat di rem, bukalah brake panel dan periksalah kanvas rem dari keausan dan batas maksimal pemakaiannya ketebalan brake liningnya 2 mm.

b. Rem Cakram



Gantilah kanvas rem, apabila keausan kanvas rem telah sampai  tanda batas keausan dan tanda batas keausan dapat dilihat dari samping, biasanya berupa garis berwarna merah.

10.   Periksa atau Tambah Tekanan Angin

Nah kadang-kadang orang sering mengabaikan tekanan angin pada kendaraannya padahal ini penting dilakukan demi kenyamanan dan keselamatan pengemudi atau pengguna sepeda motor.



Untuk standar tekanan ban sepeda motor depan 29 psi dan belakang 33 psi dan diukur dalam kondisi dingin

11.   Periksa atau Tambah Angin Shock



Periksa kerja suspensi depan dan belakang dari kebocoran, bengkok atau lemah.
Pada suspensi depan GL Pro/Max periksa tekanan anginnya Standard = 0,5 kg/cm² dan Gantilah oli garpu depan setiap 10.000 km.

12.   Periksa lampu dan klakson



Periksa kerja lampu-lampu, meter, saklar dan klakson jika perlu lakukan penyetelan arah penyinaran lampu dan suara klakson sesuai selera masing-masing.

13.   Periksa atau Tambah Air Aki



Periksa ketinggian cairan accu, harus pada posisi Upper Level.

Jika cairan accu di bawah batas Upper Level, tambahkan air accu (bukan accu zuur) untuk setiap sel sampai batas “Upper Level”.


Pemeriksaan berat jenis cairan battery dengan menggunakan alat Hidrometer untuk berat jenisnya muatan penuh 1,27 – 1,29 dan muatan kurang dibawah 1,26.

14.  Periksa Dan Kencangkan Mur dan Baut

Periksa semua baut dan mur rangka telah dikencangkan sesuai standard torsinya dan Periksa semua klip pengaman, penjepit slang, pegangan kabel telah terpasang dengan baik

15.   Periksa Kebebasan Stang Kemudi



Lakukan pemeriksaan pada stang kemudi agar kendaraan nyaman saat digunakan berkendara.

16.   Periksa atau Tambah Minyak Rem Depan

Lakukan pemeriksaan yang rutin agar tidak kehabisan minyak rem dan minyak rem yang sering digunakan yaitu DOT 3 dan DOT 4

Semoga apa yang saya tulis bermanfaat bagi sobat semua dam mohon dimaafkan apabila ada kesalahan dalam penulisan kata-kata.

























           

Sabtu, 22 Oktober 2016

Perbedaaan Motor 2 Tak dengan 4 Tak





Sumber: www.google.com

Hai.. sobat kali ini saya akan membagi ilmu yang pernah saya dapat semasa duduk di bangku SMK dulu yaitu tentang perbedaan motor 2 tak dengan motor 4 tak serta kelemahan dan kelebihannya simak penjelasan berikut ini.

1.      Motor 2 Tak
Motor 2 tak atau mesin dua langkah  hanya memerlukan  satu  kali  putaran  poros  engkol  untuk  menyelesaikan  satu siklus  di  dalam  silinder. Usaha  (langkah  tenaga)  dihasilkan  pada  setiap putaran poros engkol.
Pada  mesin  dua  langkah  campuran  udara-bahan  bakar dikompresi  dua  kali  setiap  putaran.  Kompresi  pertama  (kompresi pendahuluan di dalam crankcase). Campuran ditarik kedalam crankcase  dan dikompresi, selanjutnya masuk ke dalam ruang pembakaran.
Kompresi  kedua  (kompresi  di  dalam  silinder  dan  ruang pembakaran). Campuran yang dikompresi sangat mudah dinyalakan dan terbakar  sehingga  menghasilkan  tekanan  yang  tinggi.  Campuran  yang dikompresikan  di  dalam  crankcase  mengalir  ke  dalam  silinder  melalui lubang transfer mendorong sisa-sisa gas pembakaran keluar dari silinder dan ini disebut sebagai langkah transfer.
 Keuntungan dan Kerugian Mesin 2 Tak
a.    Keuntungan
·         Proses  pembakaran  terjadi  setiap  putaran  poros  engkol, sehingga  putaran  poros  engkol  lebih  halus  untuk  itu  putaran lebih rata.
·         Tidak  memerlukan  klep,  komponen  part  lebih  sedikit, perawatan lebih mudah dan relatif murah
·         Momen  puntir  untuk  putaran  lanjutan  poros  lebih  kecil sehingga menghasilkan gerakan yang halus
·         Bila  dibandingkan  dengan  mesin  empat  langkah  dalam kapasitas yang sama, tenaga yang dihasilkan lebih besar
·         Proses pembakaran terjadi 2 kali, sehingga tenaga lebih besar
b.     Kelemahan
·         Langkah  masuk  dan  buang  lebih  pendek, sehingga terjadi kerugian langkah tekanan kembali gas buang lebih tinggi
·         Karena pada bagian silinder terdapat lubang-lubang, timbul gesekan  antara  ring  piston  dan  lubang  akibatnya  ring  piston akan lebih cepat aus.
·         Karena  lubang  buang  terdapat  pada  bagian  silinder  maka akan mudah timbul panas
·         Putaran rendah sulit diperoleh
·         Konsumsi pelumas lebih banyak.
Berikut ini motor yang menggunakan mesin 2 tak seperti Yamaha RX King, RX S, Honda NSR, Suzuki Tornado GS dll
Ciri-ciri umum sepeda motor 2 Tak
·         Sistim pelumasan dicampur dengan bensin sehingga keluar asap putih saat mesin dihidupkan.
·         Boros bahan bakar
·         Memiliki dua  buah  ring  piston,  yaitu  ring  kompresi  pertama  dan ring kompresi kedua.
·         Suara  mesin  lebih  halus  karena  setiap  dua  langkah  terjadi  satu pembakaran bensin

2.      Motor 4 Tak
Motor 4 tak atau mesin empat  langkah  memerlukan  2  putaran  poros  engkol  (4  gerakan  piston) untuk menyelesaikan 1 siklus di dalam silinder. 
Keuntungan Dan Kerugian Mesin 4 Tak
a.   Keuntungan
·         Karena  proses  pemasukan,  kompresi,  kerja,  dan  buang prosesnya  berdiri  sendiri-sendiri  sehingga  lebih  presisi,  efisien dan stabil, jarak putaran dari rendah ke tinggi lebih lebar (500- 10000 rpm)
·         Kerugian  langkah  karena  tekanan  balik  lebih  kecil  dibanding mesin  dua  langkah  sehingga  pemakaian  bahan  bakar  lebih hemat da efisien.
·         Putaran  rendah  lebih  baik  dan  panas  mesin  lebih  dapat didinginkan oleh sirkulasi oli
·         Langkah  pemasukan  dan  buang  lebih  panjang  sehingga efisiensi pemasukan dan tekanan efektive rata-rata lebih baik
·         Panas mesin lebih rendah dibanding mesin dua langkah

b.     Kelemahan
·         Perawatan lebih sulit
·         Suara mekanisme lebih gaduh
Berikut ini contoh motor 4 tak GL Max, Tiger, Scorpio, Supra X, Shogun 125, Vega R, Vixion dll
Ciri-ciri umum Motor 4 tak :
           ·Gas buang tidak berwarna (kecuali rusak dan di beri oli bekas pada lubang knalpot) 
           · Bahan bakar lebih iri dari motor 2 tak 
           · Minyak (oli) terpisah dengan bahan bakar
Yupss,,, sekian pembahasan mengenai perbedaan motor 2 tak dengan 4 tak semoga bermanfaat bagi sobat semua
Wassalamualaikum wr wb